DR. NENG AYU SRI WAHYUNI RAIH PENGHARGAAN “BEST PRESENTER” DI KONFERENSI INTERNASIONAL ICIEI 2026

Certicate Conference Internasional

Certicate Conference Internasional

Bogor, 22 Oktober 2026 – Kabar membanggakan datang dari dunia akademisi Indonesia. Dosen Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor, Dr. Neng Ayu Sri Wahyuni, S.Sos., M.M., berhasil meraih penghargaan bergengsi sebagai Best Presenter dalam ajang International Conference on Islamic Education and Instruction (ICIEI) 2026 yang diselenggarakan pada 22 Oktober 2026.

Dalam forum internasional tersebut, Dr. Neng Ayu mempresentasikan hasil riset kolaboratifnya bersama Dr. Rudi Hartono, M.Pd., yang berjudul “Women’s Leadership Towards Gender Equality and Sustainable Development in Higher Education at Bogor University”.

Conference Internasional

Membawa Isu Kepemimpinan Perempuan ke Panggung Global
Presentasi Dr. Neng Ayu berhasil memukau dewan juri dan peserta konferensi. Penelitian ini menyoroti sebuah fenomena unik di kawasan Bogor: meskipun Indeks Pembangunan Gender (IPG) di wilayah tersebut tergolong tinggi, representasi perempuan di posisi kepemimpinan puncak perguruan tinggi masih sangat minim.

Melalui pendekatan kuantitatif eksplanatori terhadap 200 responden dari kalangan pimpinan dan akademisi, riset ini membuktikan bahwa kepemimpinan perempuan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kesetaraan gender (t-statistik 14.229) dan pembangunan berkelanjutan (t-statistik 17.820).

“Penelitian ini menegaskan bahwa kepemimpinan perempuan bukan sekadar representasi simbolis. Kemampuan mereka dalam mendorong kebijakan yang inklusif, partisipatif, serta mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan terbukti secara empiris mampu mendorong terwujudnya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 5 (Kesetaraan Gender),” ujar Dr. Neng Ayu dalam paparannya.

Kebaruan Model Riset (Novelty)
Keunggulan yang mengantarkan Dr. Neng Ayu meraih Best Presenter terletak pada kebaruan (novelty) risetnya. Ia mengembangkan sebuah model empiris yang mengintegrasikan kepemimpinan perempuan, pengarusutamaan gender (gender mainstreaming), dan kualitas pembangunan berkelanjutan dalam ekosistem pendidikan tinggi. Model ini dianalisis menggunakan teori Resource-Based View (RBV) dan Ability-Motivation-Opportunity (AMO), memberikan perspektif baru dalam manajemen sumber daya manusia dan tata kelola institusi pendidikan.

Harapan untuk Pendidikan Tinggi Indonesia
Pencapaian ini tidak hanya mengharumkan nama Universitas Ibn Khaldun Bogor di kancah internasional, tetapi juga menjadi tonggak penting dalam advokasi kepemimpinan perempuan. Melalui temuan risetnya, Dr. Neng Ayu berharap agar institusi pendidikan tinggi dapat lebih proaktif meruntuhkan “langit-langit kaca” (glass ceiling) yang membatasi karier perempuan, serta menciptakan lingkungan akademik yang lebih inklusif dan berkelanjutan.